- Tiga Warga Tertembak saat Mencari PanganSorong – Selfiana Sorry (66 tahun) dan Anike Fatie (47 tahun) bersama beberapa kerabatnya sedang berada di pondok kebun (bivak) milik Yakobus Assem di tepi sungai Kamundan, Dusun Ainod, Kabupaten Maybrat, Kamis petang (13/8/2026). Mereka sedang memasak keladi untuk makan malam. Di luar Beberapa lelaki kembali dari sungai, usai mencari ikan dengan perahu, memancing dan… Baca Selengkapnya: Tiga Warga Tertembak saat Mencari Pangan
- P2MPKS Serahkan Lagi, Data 776 Pedagang Papua ke Pemprov PBDSorong – Ketua P2MPKS Levina Duwith dan Tim pendamping menyerahkan data pedagang mama-mama Papua kepada kelapa Dinas Koperasi UMKM PBD, Dr. Sellvyna Sangkek, di kediaman pribadinya, di Km 12, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Penyerahan data ini dilakukan sesuai arahan kepala Dinas Koperasi UMKM PBD kepada Tim P2MPKS melalui pertemuan bersama yang telah dilakukan sehari… Baca Selengkapnya: P2MPKS Serahkan Lagi, Data 776 Pedagang Papua ke Pemprov PBD
- Stigma “Persoalan Pribadi” Hambat Perempuan Melaporkan KTPJayapura – Banyak perempuan yang enggan melaporkan tindak kekerasan terhadap perempuan (KTP) yang dialami atau disaksikannya karena merasa kekerasan terhadap perempuan adalah masalah pribadi. Hal itu terungkap dalam acara sharing advokasi Perempuan mengenai update isu perempuan dan anak di Papua yang digelar Aliansi Demokrasi untuk Papua (AlDP) bersama kelompok perempuan dari berbagai lembaga di pantai… Baca Selengkapnya: Stigma “Persoalan Pribadi” Hambat Perempuan Melaporkan KTP
- Merawat Harapan ODHIV, di saat Minim DukunganKisah dua pendamping ODHIV di Kabupaten Merauke yang terus membantu sesama di saat tak ada lagi pendanaan. Sofia Wawon adalah salah satu aktivis, pendamping orang dengan HIV (ODHIV) dari Yasanto, Merauke yang masih aktif mendampingi selama lebih dari 20 tahun. Sebagai pendamping, ia lebih suka disebut sukarelawan, ketimbang aktivis. “Untuk sementara ini masih tetap stay… Baca Selengkapnya: Merawat Harapan ODHIV, di saat Minim Dukungan
- Mereka Hanya Tersenyum: Potret Sunyi Perempuan Bareri yang TerlupakanMamberamo,- Perempuan-perempuan itu selalu membalas dengan senyuman. Tidak ada kata-kata. Bukan karena mereka tidak ramah. Bukan pula karena mereka menolak berbicara. Mereka hanya tidak memahami bahasa Indonesia. Pada November 2009, selama hampir tiga minggu berada di Kampung Bareri, Distrik Rouffaer, Kabupaten Mamberamo Raya, kami berulang kali mengalami situasi yang sama. Setiap kali menyapa para ibu,… Baca Selengkapnya: Mereka Hanya Tersenyum: Potret Sunyi Perempuan Bareri yang Terlupakan
